Penyakit Jantung Reumatik Pada Anak

Demam reumatik merupakan penyakit inflamasi akut yang secara klasik terjadi pada anak-anak (berusia 5-15 tahun) dama waktu 5 minggu sesudah terjadi infeksi streptokokus group A (yang biasanya berupa faringitis). Penyakit ini disebabkan oleh antibodi antistreptokokus di dalam tubuh hospes yang bereaksi silang dengan antigen jantung.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat klinis dan dua dari lima kriteria mayor (Jones) berikut ini (kriteria minornya meliputi demam, artralgia, dan leukositosis) :

- Eritema marginatum : Lesi makula pada kulit dengan tepi eritmatosa dan bagian tengah yang bersih, secara khas terdapat dengan distribusi mirip pakaian renang.

- Khorea Sydenham : Suatu kelainan neurologik dengan gerakan yang cepat involunter dan tanpa tujuan.

- Karditis : Pada 50-70% dari anak-anak dan 35% dari orang dewasa dapat mengenai miokardium, endokardium atau perikardium.

- Nodul subkutan

- Poliastritis migrans pada sendi besar : Pada 90% dari orang dewasa, lebih jarang ditemukan pada anak-anak.

Kematian (paling sering terjadi sekunder karena miokarditis) jarang ditemukan pada demam rematik yang akut. Secara khas, miokarditis dan artritis yang terjadi bersifat sepintas dan hilang sendiri tanpa komplikasi. Namun demikian, kelainan katup tersebut dapat mengakibatkan deformasi dan pembentukan parut pada katup sehingga terjadi disfungsi permanen (penyakit jantung reumatik yang kornik) dan selanjutnya gagal jantung kongestif. Penyakit jantung reumatik kronik paling mungkin terjadi jika serangan pertama terjadi pada masa kanak-kanak awal atua intesitasinya sangat berat atau ketika terjadi serangan rekuren.

Posted in Penyakit Jantung Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Sejak demam rematik jantung jarang dijumpai, kelainan jantung kongenital merupakan penyebab utama penyakit jantung pada anak. Penyakit jantung yang didapat masih dijumpai tetapi tidak banyak, sementara kelainan jantung kongenital terjadi pada sekitar 7-8 bayi per seribu kelahiran hidup.

Dengan demikian, penyakit jantung merupakan suatu kelompok kelainan kongenital serius yang paling sering terjadi. Kurang dari seperempat anak-anak yang mengalami kelainan jantung kongenital nii akan meninggal dalam tahun pertama kehidupan, sebagian besar meninggal dalam bulan pertama kehidupan.

Anak-anak ini mempunyai kelainan jantung berat yang sebagian besar kompleks dan tidak dapat dilakukan pembedahan. Namun, jumlah anak dengan kelainan berat yang saat ini bertahan hidup melampaui usia 1 tahun menunjukkan peningkatan berkat keterampilan dan kepandaian dokter bedah.

10-15% anak dengan penyakit jantung kongenital mempunyai lebih dari satu kelainan jantung. 10-15% mempunyai kelainan di luar jantung, yaitu paling sering melibatkan sistem skeletal, gastrointestinal dan urogenital.

Terdapat 9 kelainan jantung kongenital yang sering ditemukan yang jumlahnya mencakup 90% dari seluruh kasus yang ada. 10% sisanya terdiri dari sejumlah kelainan yang lebih kompleks dan jarang terjadi.

Posted in Penyakit Jantung Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Pada Anak

Penyakit jantung pada anak ada dua macam yakni : penyakit jantung bawaan (yang dibawa sejak lahir) dan penyakit jantung didapat (demam rematik dan penyakit jantung rematik atau komplikasi dari penyakit difteri). Kedua macam penyakit jantung ini dapat menyebabkan gagal jantung atau fungsi/kemampuan jantung yang menurun dan jantung tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan metabolik jaringan tubuh.

Faktor yang mendasari patofisiologi dari gagal jantung adalah faktor mekanis (defek struktural yag memberi bahan berlebih pada otot jantung), faktor miokard (miokarditis) dan kombinasi keduanya (kelainan intrinsik yang mengganggu faal miokard).

Berdasarkan gangguan daya kerja miokard, gagal jantung dibagi menjadi 2 yakni :

1. Beban volume ventrikel : high output stage (anemia), pirau kiri ke kanan, insufisiensi katup (mitral, aortik), fistula arteri-vena sistemik.

2. Beban tekanan ventrikel : obstruksi jalan keluar (koarktasio aorta, stenosis aorta, stenosis arteri pulmonalis) dan obstruksi jalan masuk (stenosismitral, stenosisi trikuspid, kor triatriatum).

Beberapa keadaan yang dapat menimbulkan gagal jantung oleh karena kemampuan miokard yang menurun adalah miokarditis, kardiomiopati lainnya, anemia berat, keadaan yang khusus pada neonatus (kalsium, magnesium dan gula darah kadar rendah, asidemia berat atau setelah asfiksia) dan takikardi berat atau bradikardi yang secara nyata juga dapat mengurangi kemampuan otot jantung.

Posted in Penyakit Jantung Anak | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Penyakit Jantung Pada Anak

Pembunuh nomor satu di Amerika adalah penyakit jantung. Meskipun biasanya penyakit jantung terlihat pada orang dewasa, pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah anak-anak sekolah dasar menunjukkan bahwa kadar kolesterol yang tinggi sudah terjadi pada beberapa anak. Kadar kolesterol yang tinggi ini dikenal sebagai penyumbang terjadinya penyakit jantung. Bagi banyak orang, perubahan gaya hidup, misalnya diet dan olahraga, bisa mengurangi kadar kolesterol dan mengurangi kemungkinan berkembangnya penyakit jantung di kemudian hari.

Orang tua dan penyedia pengasuh anak memiliki tanggung jawab untuk menularkan perilaku, sikap dan kebiasaan yang positif kepada anak-anak. Jadilah model peran yang baik dan ajarkan kebiasaan jantung sehat berikut ini :

1. Ajak anak-anak untuk tidak merokok. Jika Anda merokok, hindari merokok di depan anak-anak atau di area tempat anak-anak dan orang lain akan menghirup asap rokok anda. Baik perokok maupun bulan perokok harus menyadari bahaya merokok. Ajari anak bahwa merokok itu tidak sehat. Pertimbangkan untuk berhenti merokok demi Anda sendiri dan orang-orang yang Anda cintai.

2. Ajak anak-anak untuk makan-makanan yag sehat. Kebiasaan makan yang buruk, terutama diet berlemak tinggi, bisa menyumbangkan terjadinya penyakit jantung, Anak perlu makan-makanan yang bervariasi, termasuk biji-bijian (sereal), roti, nasi, pasta, sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak, ayam, ikan, dan daging tanpa lemak.  Meskipun enak, tetapi lemak dan makanan manis sebaiknya jarang dimakan. Bicaralah tentang makanan sehat pada saat makan dan pujilah makanan sehat yang dipilih anak. Jika anak makan bersama anak-anak, pastikan bahwa makanan Anda adalah makanan sehat untuk jantung.

3. Ajak anak-anak untuk berolahraga. Kebanyakan anak senang akan kegiatan jasmani. Anak yang telah aktif selama bertahun-tahun akan mendapat manfaatnya ketika ia dewasa. Ajari kegiatan yang membuat otot jantung tetap sehat dan kuat, misalnya berlari, berenang, kegiatan di udara terbuka, bersepeda, dan lompat tali.

Anak usia sekolah dan remaja perlu belajar mengendalikan faktor-faktor tambahan yaitu tekanan darah dan berat tubuh.

Posted in Penyakit Jantung Anak | Tagged , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Jantung Anak

Gagal jantung merupakan suatu kondisi yang telah diketahui selama berabad-abad namun penelitian epidemiologi sulit dilakukan karena tidak adanya definisi tunggal kondisi ini. Ketika masih sedikit pemeriksaan jantung yang tersedia, definisi gagal jantung cenderung ke arah patofisiologi, lalu kemudian definisi ditempatkan pada penekanan pada gagal jantung sebagai suatu diagnosis klinis.

Penyakit gagal jantung ternyata tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun dapat terjadi pada usia anak-anak bahkan balita yang disebabkan oleh faktor medis atau faktor bawaan dari lahir akibat dari cacat lahir dari kandungan atau faktor genetik gen orang tua yang beresiko pada penyakit gagal jantung bawaan.

Secara umum, penyebab gagal jantung pada anak dapat dibedakan menjadi :

1. Kegagalan sirkulai yang berlebihan (overcirculation failure).

Gagal jantung disebabkan oleh adanya volume darah berlebihan yang harus dipompakan oleh jantung sehingga beban kerja jantung bertambah. Penyebab volume berlebihan, antara lain :

a. Kelainan kongenital dengan shunt antara jantung kanan dan kiri

b. Insufisinesi katup jantung kongenital atau didapat, mislanya pada penyakit jantung rematik.

c. Anemia

2. Beban tekanan yang berlebihan

Terjadi apabila terdapat hambatan aliran keluar jantung, seperti pada stenosis aorta, stenosis pulmonal atau koarktasio aorta. Bila hambatan terjadi dalam waktu lama dan cukup berat, akan terjadi hipertrofi otot jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung bila cadangan tenaga habis.

Posted in Penyakit Jantung Anak | Tagged , , , , | Leave a comment